Proposal Peternakan

PROPOSAL USAHA

 

 

 

 

Nama Usaha:

 

“BUDIDAYA BELUT KUALITAS EKSPOR”

 

 

Nama Pengusaha : Hardinal Wiji Witopo

PROGRAM KEWIRAUSAHAAN

KEMENTERIAN KOPERASI REPUBLIK INDONESIA

2014

1.Data Pribadi

 

A Nama Pemilik Usaha Hardinal Wiji Witopo
B Alamat Pemilik Usaha Desa Padek RT 07 RW 03 Kecamatan Ulujami,Kabupaten Pemalang
C No Telp/HP 085879325233
D Email hardinalwijiwitopo@gamil.com
E Nomor KTP Pemilik Usaha 3327130101930010
F Nomor NPWP Pemilik Usaha  

 

 

2. Identitas Usaha

A Nama Usaha BUDIDAYA BELUT KUALITAS EKSPOR
B Jenis Usaha PERTERNAKAN
C Nama Produk BELUT
D Alamat Usaha JL.ARJUNA,DS.PADEK RT07 RW 03,KEC.ULUJAMI,KAB.PEMALANG

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

BAB 1: PENDAHULUAN

 

A.LATAR BELAKANG

Usaha bisnis pembudidayaan belut ini bertujuan untuk memenuhi permintaan masyarakat akan daging belut yang sangat tinggi.Belut merupakan hewan yang berhabitat disawah dan rawa, kebanyakan pembudidaya biasanya hanya memperoleh bibit dari alam kemudian dibesarkan sampai ukuran siap konsumsi, namun dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan akhirnya ditemukanlah teknologi pemijahan belut secara modern.Permintaan pasar akan daging belut sangat tinggi baik dari pasar lokal maupun pasar ekspor seperti dari jepang, hongkong, china, dsb.Hal ini mendorong para pembudidaya handal rutin melakukan pelatihan pembenihan dan pembesaran belut yang nantinya akan di jadikan mitra usaha demi memenuhi permintaan pasar yang tinggi.

Banyaknya Nilai Gizi pada belut menjadikan daging belut banyak dicari oleh para konsumen, hal ini karena kekayaan gizi pada belut banyak memberikan manfaat seperti meningkatkan IQ anak, meningkatkan kekebalan tubuh, mengatasi anemia, meningkatkan vitalitas, menekan resiko diabetes, menambah stamina, menekan resiko hepatitis, sebagai bahan baku kecantikan dan kulit,serta mampu meningkatkan hormon ASI ibu.

Ruang lingkup dari usaha bisnis belut ini mencakup dan melibatkan semua aspek lapisan masyarakat baik produsen (penghasil), konsumen (pemakai), maupun distributor (penyalur), sehingga diharapkan mampu menekan jumlah pengangguran dan membuka lapangan pekerjaan.

 

B.TUJUAN PEMBUATAN PROPOSAL

Mengikuti kompetisi wirausaha GKN 2014 spirit of global enterpreneur,guna mendapatkan dana sebagai modal awal usaha, yang dapat mendukung terciptanya usaha bisnis budidaya belut kualitas ekspor yang diharapkan berdampak langsung pada perubahan positif ekonomi masyarakat.

 

C.KEUNGGULAN PRODUK

a.Pertumbuhan belut sampai ukuran konsumsi cukup cepat, didukung dengan kualitas benih yang unggul dan obat pemicu pertumbuhan

b.Benih belut diambil dari kualitas dan jenis unggul

c.Konsumsi pakan relatif kecil karena menggunakan ikan rucah dan keong mas (bukan pakan komersial).

d.Hasil panen perekor cukup berat sehingga hasil panen mampu maksimal(5-8ekor/kg)

e.Bibit bukan diambil dari alam namun hasil pemijahan sehingga jumlah cukup banyak

f.Permintaan pasar akan belut sangat tinggi baik lokal maupun pangsa ekspor

g.Daya tahan dan adaptasi hidup belut sangat bagus, sehingga mampu menekan angka kematian belut.

 

 

 

 


 

BAB II:PROSES USAHA

 

A.PROSES PENGELOLAAN USAHA

Kolam pembudidayaan berjumlah 50 kolam dengan volume masing-masing kolam 1500 ekor dengan ukuran kolam 500cmx400cmx100cm.Apabila program ini berhasil maka ditargetkan penambahan kolam sampai 55-65kolam didukung dengan tersedianya lahan kosong yang sudah ada.Sistem pembudidayaan belut ini dimulai dari benih yang diambil dari pengusaha pembenihan di Kendal.Sampai dilokasi benih belut tersebut langsung ditebarkan kedalam kolam (1500ekor/kolam) pembesaran.

 

Ketersediaan Fasilitas/Sarana Produksi

Dalam memulai usaha budidaya belut kualitas unggul ini, hal yang harus diperhatikan yaitu kolam budidaya/pembesaran yang merupakan salah satu kebutuhan penting dalam bisnis budidaya ini.Sebagai tempat hidup dari masa benih sampai masa panen, kolam harus sangat diperhatikan terutama dari segi ukuran dan bentuk.Terdapat banyak jenis kolam pembudidayaan belut yang dapat dipakai seperti kolam semen, kolam tanah, kolam kerambah dan kolam terpal.Kolam terpal merupakan kolam budidaya yang digemari para pembudidaya selain pembuatanya yang cukup mudah dan praktis, proses pengurasan air kolam juga menjadi cukup mudah.Secara tidak langsung bentuk, lokasi, dan jenis kolam budidaya mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen.Kolam yang tepat akan mampu menekan biaya pemanenan dan meningkatkan omzet yang dihasilkan.

 

Ketersediaan Bahan Baku

Dengan ditemukanya teknologi pemijahan belut,Bibit belut yang berkualitas unggul untuk saat ini sudah tersedia di daerah Kabupaten Kendal.Pembudidaya juga akan bekerjasama dengan pengusaha-pengusaha pembenihan di berbagai kota. Begitu pula dengan pakan yang cukup banyak tersedia di alam, juga obat-obatan yang dibutuhkan seperti pemicu pertumbuhan dan suplemen/vitamin yang mudah di dapat.Pemesanan bibit dapat dilakukan kapan saja.Para pengusaha benih juga memberikan pelatihan serta penyediaan obat yang dibutuhkan apabila program ini dapat terbentuk.

 

 

SDM yang terlibat

Setelah pemesanan benih maka akan dilakukan pengiriman oleh pihak penjual benih, satu minggu sebelum benih ditebar akan dilakukan pemupukan pada kolam dengan campuran jerami, pelepah pisang, pupuk kandang, lumpur dan larutan mikrostarter.Pembelian dan Penebaran benih dilakukan secara bertahap dengan jangka waktu satu minggu, sehingga panen juga dapat bergilir satu minggu sekali.Setiap hari belut diberi makan dan suplemen secara rutin pagi dan sore.Setiap dua minggu sekali juga akan dilakukan pengurasan kolam untuk mengontrol pertumbuhan belut.Setelah 95 hari belut sudah bisa di panen.

 

B.PROSES PRODUKSI

Setelah Benih ditebarkan maka pemberian pakan akan diberikan dua kali sehari pagi (06.00 WIB) dan sore hari (17.00 WIB) karena belut merupakan hewan nokturnal yang aktif dan mencari makan pada saat gelap.Pakan yang diberikan berupa ikan rucah yang didapat dari TPI (Tempat Pelelangan Ikan) terdekat, juga keong mas diberikan sebagai tambahan jumlah gizi pakan, keong mas didapatkan dari para petani dan pencari keong mas.Pemberian obat pemicu pertumbuhan/suplemen juga dibutuhkan untuk mempercepat masa panen dan menekan biaya pakan.Sebulan sekali kolam juga diberi obat sebagai upaya pencegahan belut terserang penyakit yang dapat berakibat menurunya produktivitas.Pemanenan belut dilakukan setiap minggu, hal ini dapat dilakukan dengan proses penebaran benih yang bergilir yaitu satu minggu sekali.Belut dapat dipanen apabila suda berumur 95 hari dan sudah memenuhi ukuran konsumsi.

 

C.RESIKO USAHA

            Pakan belut mudah didapat baik ikan rucah maupun keong mas,namun dimusim-musim tertentu seperti musim penghujan ikan rucah jumlahnya menurun dikarenakan sedikitnya nelayan yang melaut karena adanya badai dan juga apabila dimusim kemarau jumlah keong mas relatif sedikit, para petani sulit mencari keong mas di daerah persawahan/sungai.Hal ini dapat berakibat berkurangnya jumlah gizi pakan, sehingga dapat berdampak pada penurunan hasil panen.
 

D.MITIGASI USAHA

             Untuk mengurangi resiko penurunan omzet,pembudidaya melakukan beberapa upaya agar produktivitas tetap maksimal.dalam hal ini dari segi pakan, apabila jumlah pakan ikan rucah dan keong mas sedikit maka pembudidaya bisa menggunakan pakan-pakan alternatif seperti pakan tambahan cair organik yang diproses sedemikian rupa sebagai tambahan pemenuhan gizi pakan belut, pembudidaya juga melakukan kerja sama/bermitra dengan pengumpul ikan rucah dan pengumpul keong mas dari daerah lain sebagai upaya meningkatkan produktivas belut.

 

 

E.RENCANA PEMASARAN DAN SASARAN PRODUK

 

Strategi pemasaran yang dilakukan yaitu dengan menjalin kerja sama dengan para pedagang pengumpul yang saling menguntungkan, dalam hal ini pengumpul dapat memperoleh belut dengan mudah dan harga yang lebih murah.Dan pihak pembudidaya dapat dengan mudah memasarkan hasil panen.

Selain itu, strategi lain yang akan dilakukan yaitu dengan mendatangi langsung ke konsumen dan mendatangi langsung warung makan, restoran yang telah berlangganan serta mengantarkan langsung kepara konsumen yang memesan, dengan strategi ini pembudidaya dapat menjual hasil panen dengan harga lebih tinggi.

Berencana pula untuk memasarkan hasil produksi belut dengan media teknologi misalnya Emile, Blog, Facebook, HP dan media lainya untuk memperluas jaringan pemasaran

Apabila hasil produksi sudah maksimal target utama yaitu dapat memasarkan hasil produksi ke pangsa ekspor.hal pertama yang dilakukan yaitu memasarkan ke perusahaan-perusahaan pengekspor belut yang nantinya dapat di proses di dalam pabrik sehingga mampu menembus pangsa ekpor.Namun pembudidaya bertekat akan meningkatkan jumlah produktivitas sehingga pembudidaya dapat mengolah dan memproses hasil produksi sendiri dan optimis target dapat tercapai yaitu sebagai eksportir belut, didukung dengan semangat, optimisme, ilmu dan pengetahuan, serta kemajuan teknologi informasi sehingga dapat menjelajahi pangsa internasional dengan melihat tingginya permintaan belut di pangsa ekspor seperti jepang, hongkong, china, taiwan, korea dsb yang mencapai 1000 ton perminggu bahkan lebih.

Usaha budidaya belut berlokasi di Padek, kecamatan Ulujami, kabupaten Pemalang.Usaha pembudidayaan belut didaerah pemalang dan sekitar seperti Pekalongan, Batang, Tegal, Brebes terbilang sedikit, hal ini di sebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai budidaya belut dan banyak pemilik modal takut dalam memulai bisnis ini, hal ini sangat disayangkan mengingat pasaran belut sangat luas dan berprospek baik.Dengan demikian hanya sebagian kecil saja masyarakat setempat yang memberikan perhatian khusus dan keberanian untuk mencoba budidaya belut.Sehingga tingkat persaingan budidaya belut di daerah pemalang dan sekitar masih sedikit.

 

 

BAB III:RENCANA ANGGARAN

 

–       Modal Kerja

 

No Jenis Ukuran HargaSatuan

(Rp)

Jumlah (Rp)
1 Ikan Rucah 50 basket 30.000 1.500.000
2 Keong mas 600kg 4.000 2.400.000
3 Aminoliquid 15 botol 18.000    270.000
4 Inroflox 10 botol 29.000    290.000
5 Pemicu pertumbuhan 20 botol 14.000    280.000
6 Benih belut unggul 150kg 60.000 9.000.000
                                                       Total   13.740.000

 

 

–       Modal Investasi

 

No Jenis Ukuran Harga satuan (Rp) Jumlah (Rp)
1 Kolam terpal 5x3x1m (50 kolam) 180.000 9.000.000
2 Saluran pembuangan 30 buah 50.000 1.500.000
Total   10.500.000
Total modal Usaha   24.240.000

 

 

–       Proyeksi Keuangan Usaha (Per Periode Usaha)

 

No Uraian Nominal (Rp)
    Bln-1 Bln-2 Bln-3
1 Pendapatan Penjualan 22.500.000 22.000.000 23.000.000
  Pendapatan Lain-lain      
 

2

Total Pendapatan 22.500.000 22.000.000 23.000.000
Pengeluaran Usaha:      
a.Harga Pokok Penjualan 14.000.000 14.000.000 14.000.000
b.Sewa/Kontrak      
c.Gaji Pegawai 3.000.000 3.000.000 3.000.000
d.Telepon,Listrik dan Air    400.000    400.000    400.000
e.Transport    300.000    300.000    300.000
f.Pengeluaran Lainya      
  Total Pengeluaran Usaha 17.900.000 17.900.000 17.900.000
3 Keuntungan Usaha 4.600.000 4.100.000 5.100.000

 

 

B.BEP

 

BEP/Titik impas =

=

= 1.717kg

Jadi, untuk memperoleh titik impas atau keseimbangan, pembudidaya harus menjual sekitar 1.312,5 kilo agar terjadi pulang modal untuk setiap panennya.

BAB IV:PENUTUP

 

A.KESIMPULAN

Dengan ditemukanya teknologi atau cara pemijahan modern, saat ini belut bisa di budidayakan dalam kolam budidaya, akan tetapi budidaya belut di daerah pemalang dan sekitarnya masih sedikit, hal ini tidak sesuai dengan permintaan pasar yang sangat tinggi, hal tersebut dikarenakan kurangnya pengatahuan dan keberanian masyarakat memulai bisnis ini.Dengan berbekal pengetahuan,jaringan, kemajuan teknologi budidaya belut, bisnis ini mempunyai prospek pemasaran yang sangat bagus, baik pasar lokal maupun pasar ekspor.Sangat banyak permintaan-permintaan dari pasar ekspor seperti dari jepang, hongkong, china, taiwan dsb.Permintaan di pasar ekspor sangat tinggi namun indonesia saat ini belum mampu memenuhi permintaan tersebut.Dengan semangat kerja keras dan optimisme yang tinggi pembudidaya mentargetkan 2018 mampu mengekspor hasil produksi.

 

B.MANFAAT

            Di daerah Pemalang budidaya belut terbilang sedikit hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat akan cara pembudidayaanya, jika program ini terealisasi diharapkan dapat membuka pemikiran dan keberanian masyarakat akan budidaya belut sehingga di padek, kecamatan ulujami, kabupaten pemalang dapat menjadi sentra budidaya belut yang nantinya berdampak positif mengurangi jumlah pengangguran, membuka lapangan pekerjaan, menambah penghasilan masyarakat dan menumbuhkan kesadaran berwirausaha sehingga masyarakat desa mampu berdaya dan mandiri dengan berwirausaha.

Demikian Proposal ini dibuat dengan data yang sebenarnya dan sebagai gambaran usaha dalam permohonan bantuan bahan modal usaha yang sedang

Dan akan dijalankan, atas perhatianya kami sampaikan terimakasih.

Pemalang,30 Maret 2014

Pemilik Usaha                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Hardinal Wiji Witopo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s